Alat monitoring gempa semakin lengkap, semakin banyak data tercatat

Dalam rentang awal juli hingga hari ini (23/7) telah terjadi 17 gempa dengan M>5.0 (Magnitude 5), dan selama Juni terjadi 16 kali. Jika catatan gempa dibawah magnitude 5.0 ikut dipaparkan maka tercatat dalam bulan juni ada 651 kali kejadian dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Jumlah gempa pada bulan tersebut meningkat dibandingkan, bulan sebelumnya, yaitu pada Mei 2020, yaitu sebanyak 557 kali.

Gempa dengan kategori merusak selama Juni terjadi dua kali, yaitu gempa di Aceh-Sabang berkekuatan 4,8 M yang merusak beberapa rumah. Kemudian ada gempa di Maluku Utara dengan kekuatan 6,8 M yang dilaporkan merusak ratusan rumah.

Sementara itu, zona aktif gempa tektonik selama Juni mencakup wilayah mulai dari Aceh-Sabang, Bengkulu-Lampung, Selatan Banten - Jawa Barat, Selatan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Banda, Palu, Poso, Morowali, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Mamberamo Papua. Zona aktif gempa ini diperkirakan dapat berlanjut hingga Juli, namun ada kemungkinan dapat segera meluruh aktivitasnya.

Dalam upaya monitoring aktivitas gempa di wilayah Indonesia, Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini telah mengoperasikan 372 sensor seismograf. Sementara untuk memberikan informasi terbaru mengenai gempa bumi dan peringatan dini tsunami, 590 peralatan diseminasi informasi juga dioperasikan, yang terdiri dari Digital Video Broadcast (DVB) sebanyak 205 lokasi, Warning Receiver System (WRS) sebanyak 70 lokasi dan WRS NewGen - Realtime sebanyak 315 lokasi yang dipasang pada 2019

Alamat : Subco Spazio Suites 525 A, Jl. Mayjend Yono Soewoyo Kav 3, Kel. Pradah Kali Kendal, Kec. Dukuh Pakis
Proudly designed with Oxygen, the world's best visual website design software
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram